Selasa, 11 Januari 2011

Penulisan Ilmiah (PI)

Makalah ini biasanya berhubungan dengan suatu kegiatan pendidikan, dan merupakan rangkuman dalam suatu periode pendidikan (term) seperti semester. Tergantung pada pelajarannya (mata kuliah), makalah ini bisa disusun berdasarkan hasil penelitian (yang menggunakan data sekunder dan /atau primer) atau tidak menggunakan penelitian. Dengan demikian, penyusunan suatu makalah ini dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan analisis mahasiswa dalam ketrmpilan tertentu sebagai upaya penerapan pelajaran yang diterimanya pada periode pendidikan (misal semester) yang bersangkutan.

Sumber : Wahyu, T. 2006. BAHASA INDONESIA. Jakarta : Universitas Gunadarma.


ASAS-ASAS MENGARANG SECARA JELAS

Di Amerika serikat dalam tahun 1944 didirikan Robert Gunning Associates, sebuah badan usaha yang memberikan penyuluhan keterbacaan (Readability counseling) dan kursus/latihan dalam penulisan yang jelas (clear writing) kepada berbagai penerbit dan surat kabar. Pendirinya Robert Gunning kemudian mengarang buku-buku berjudul Principles of Clear Writing, Clear News Writing, The Technique of Clear Writing.
Berikut ini adalah sepuluh asas mengarang secara jelas yang dikemukakannya.
  1. Keep sentences short
  2. Prefer the simple to the complex
  3. Prefer the familir word
  4. Avoid unnecessary words
  5. Put action in your vebs
  6. Write like you talk
  7. Use terms you reader can picture
  8. Tie in with your reader’s experience
  9. Make full use of variety
  10. Write to express not impress

Sumber : Wahyu, T. 2006. BAHASA INDONESIA. Jakarta : Universitas Gunadarma.

Skripsi

Skripsi adalah karya tulis akademik hasil studi atau penelitian yang ditulis dan disusun secara sistematis berdasarkan metode ilmiah baik melalui penelitian induktif maupun penelitian deduktif yang dilakukan oleh mahasiswa dibawah pengawasan pembimbingnya. Skripsi merupakan salah satu persyaratan akademik yang harus dipenuhi untuk memperoleh gelar strata-1 (S1) atau sarjana yang menempuh jalur skripsi.skripsi ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang biasanya dilakukan setelah persyaratan akademik lainnya (seperti satuan kredit semester/sks) telah dipenuhi.
Tujuan penyusunan skripsi (termasuk tesis dan disertasi) adalah untuk :
  1. Tersedianya ukuran untuk menilai kemampuan mahasiswa menerapkan ilmu dan pengetahuan ilmu dan pengetahuan yang diperolehnya selama menempuh program pendidikannya, sesuai dengan tujuan program/bidang studinya masing-masing.
  2. Terbantunya mahasiswa menggunakan ilmu dan pengetahuan menjadi suatu sistem yang terpadu karena mahasiswa baru pertama kali melaksanakan penelitian, acapkali dianjurkan agar mahasiswa menggunakan desain dan metodanyang unit dan cakupannya agak terbatas seperti studi kasus.

Sumber : Wahyu, T. 2006. BAHASA INDONESIA. Jakarta : Universitas Gunadarma.


Salah Nalar

Dalam ucapan atau tulisan kerap kali kita dapati pernyataan yang mengandung kesalahan. Ada kesalahan yang terjadi secara tak sadar karena kelelahan atau kondisi mental yang kurang menyenangkan, seperti salah ucap atau salah tulis misalnya. Ada pula kesalahan yang terjadi karena ketidaktahuan, disamping kesalahan yang sengaja dibuat untuk tujuan tertentu.
Kesalahan yang kita persoalkan disini adalah kesalahan yang berhubungan dengan proses penalaran yang kita sebut salah nalar. Pembahasan ini akan mencakup dua jenis kesalahan menurut penyebab utamanya, yaitu kasalahan karena bahasa yang merupakan kesalahan informal dan karena materi dan proses penalarannya yang merupan kesalahan formal.

Sumber : Wahyu, T. 2006. BAHASA INDONESIA. Jakarta : Universitas Gunadarma.


SILOGISME

Silogisme merupakan suatu cara penalaran yang formal. Penalaran dalam bentuk ini jarang ditemukan atau dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kita lebih sering mengikuti polanya saja, meskipun kadang-kadang secara tidak sadar. Misalnya ucapan “Ia” dihukum karena melanggar peraturan “X”, sebenarnya dapat kita kembalikan ke dalam bentuk formal berikut :
  1. Barang siapa yang melanggar peraturan “X” harus dihukum.
  2. Ia melanggar peraturan “X”
  3. Ia harus dihukum.
Bentuk seperti itulah yang disebut silogisme. Kalimat pertama (premis mayor) dan kalimat kedua (premis minor) merupakan pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan (kalimat ketiga).
Pada contoh, kita lihat bahwa ungkapan “melanggar…” pada premis (mayor) diulangi dalam (premis minor). Demikian pula ungkapan “harus dihukum” di dalam kesimpulan. Hal itu terjadi pada bentuk silogisme yang standar.
Akan tetapi, kerap kali terjadi bahwa silogisme itu tidak mengikuti bentuk standar seperti itu. Misalnya :
Semua yang dihukum itu karena melanggar peraturan
Kita selalu mematuhi peraturan
Kita tidak perlu cemas bahwa kita akan dihukum
Pernyataan diatas dapat dikembalikan menjadi :
  1. Semua yang melanggar peraturan harus dihukum
  2. Kita tidak pernah melanggar (seluruh mematuhi) peraturan
  3. Kita tidak dihukum
Secara singkat silogisme dapat dituliskan
Jika A=B dan B=C maka A=C

Sumber : Wahyu, T. 2006. BAHASA INDONESIA. Jakarta : Universitas Gunadarma.

Evaluasi

  • Evaluasi digunakan untuk melihat apakah hasil rancangan dengan proses uji coba sistem yang telah dibuat sesuai dengan permintaan pengguna (user).
  • Proses ini tidak dikerjakan dalam satu fase proses peancangan tetapi melalui perancangan dengan prinsip life cycle, dengan hasil dari evaluasi dikembalikan untuk memodifikasi perancangan.
Tujuan evaluasi
Ada 3 tujuan utama dari evaluasi, yaitu :
  • Melihat seberapa jauh sistem berfungsi.
Desain sistem memungkinkan user melakukan tugas yang dibutuhkan dengan lebih mudah. Ini tidak hanya membuat fungsionalitas yang sesuai ada di sistem, tetapi membuat mudah dicapai oleh user, user dapat melakukan aksi untuk melakukan tugas. Juga mencakup kasesuaian penggunaan sistem terhadap harapan user pada tugas tersebut. Evaluasi pada tahap ini meliputi pengukuran unjuk kerja dari user pada sistem, untuk melihat keefekifan sistem dalam mendukung tugas.
  • Melihat efek interface bagi pengguna.
Ini mencakup pertimbangan aspek dari kemudahan sistem dipelajari, usability dan perilaku user. Penting juga untuk mengindentifikasikan area desain yang berlebih dari user, dengan menggunakan sejumlah informasi yang berlebih.
  • Mengindentifikasi problem khusus yang terjadi pada sistem ketika menggunakan konteks yang diinginkan menyebabkan hasil yang tidak diinginkan, atau terjadi kekacauan diantara user. Ini tentunya berhubungan dengan usability dan fungsionalitas dari desain (bergantung pada sebab masalah). Tujuan ini merupakan aspek negative dari desain.
Jenis-jenis Evaluasi
Ada 2 jenis utama dari evaluasi, yaitu yang dilaksanakan pada kondisi laboratoriumdan yang dilaksanakan pada lingkungan kerja atau ‘lapangan’.
  • Dalam kondisi percobaan (Laboratorium)
  • Dalam kondisi lokasi sebenarnya
  • Participatory desain (desain partisipasi)

Sumber :
Agushinta, D dan Ida, A, Y, P. 2007. INTERAKSI MANUSIA dan KOMPUTER. Jakarta : Universitas Gunadarma.


FEEDBACK dan NETWORK DELAYS

Untuk memasukkan teks penundaan yang lebih besar dapat diterima seperti melakukan pengetikkan tanpa respon (umpan balik) dari layar. Pada gambar akan memerlukan waktu respon yang lebih cepat dibandingkan dengan teks. Sistem perangkat kelompok biasanya melibatkan beberapa komputer yang terhubung melalui jaringan. Jika loop umpan balik mencakup trnsmisi melalui jaringan, akan sulit mencapai waktu respon yang dapat diterima. Untuk melihat apa yang terjadi bila user menuliskan sebuah karakter :
  1. Aplikasi user mengambil kejadian-kejadian dari windows manajer
  2. User memanggil sistem operasi
  3. Yang mengirimkan pesan melalui jaringan, sering melalui serangkaian tingkatan protokol.
  4. Pesan yang akan diterima oleh sistem operasi pada remote machine
  5. Yang memberikan remote application untuk memproses
6-8. mengulangi proses yang sama pada langkah (2-4)
9. Umpan balik akan diberikan pada layar user.
Proses ini membutuhkan 2 pesan jaringan dan 4 pengubahan konteks antara sistem operasi dan program aplikasi dalam program komunikasi normal antara manajer window dan aplikasi. Meskipun hanya dalam waktu minimum dan factor-faktor lain membuat gambaran menjadi buruk. Protokol jaringan dengan handshaking dapat menambah jumlah pesan jaringan minimal empat (2 pesan ditambah handshakes). Jika aplikasi berjalan pada mesin multi-tasking, perlu menunggu beberapa saat atau akan dibuang. Lalu lintas jaringan tidak mungkin hanya antara dua komputer : dalam meeting room perlu banyak workstation.
Sumber :
Agushinta, D dan Ida, A, Y, P. 2007. INTERAKSI MANUSIA dan KOMPUTER. Jakarta : Universitas Gunadarma.