Senin, 09 Mei 2011

Inspirasi Menata Pernak-Pernik Pemanis Rumah

Banyak barang unik yang menarik untuk dijadikan pernak-pernik rumah. Namun, tentunya dibutuhkan kejelian dan kreativitas untuk mengenali sebuah pernak-pernik dan mendapatkan ide penempatan yang tepat didalam ruangan. Untuk memicu kreativitas anda dalam mengenali beragam pernak-pernik yang dapat dipajang dirumah.

Sumber : : Nurahmartiyanti, Sufty dan Rozalena, Agustin. Pernak-Pernik Pemanis Rumah (Jakarta : Penebar Swadaya, 2010)

Ragam Bahan Pernak-Pernik

Dengan beragamnya bentuk dan variasi pernak-pernik aksesoris rumah, hampir semua bahan dapat digunakan untuk membuat pernak-pernik. Pilihan jenis bahan ini dapat disesuaikan dengan bahan pembentuk interior ruang. Oleh karena itu, mengetahui serta mengenal karakter bahan-bahan produk pernak-pernik rumah akan memudahkan pemilik rumah dalam memilih aksesoris yang tepat. Selain itu, menambah informasi dan pengetahuan bahan pembuat pernak-pernik juga akan sangat berguna dalam pemeliharaan dan perawatan benda-benda tersebut agar tidak mudah rusak dan selalu terlihat indah.

Sumber : : Nurahmartiyanti, Sufty dan Rozalena, Agustin. Pernak-Pernik Pemanis Rumah (Jakarta : Penebar Swadaya, 2010)

Aksesoris Pemanis Rumah

Home accessourisI atau aksesoris rumah memiliki peranan sebagai filter dalam interrior. Keberadaannya dapat menghidupkan aura dramatis dalam penciptaan suasana interior. Dengan penataan yang tepat, aksesoris rumah dapat menjadi point of interest di dalam ruangan. Salah satunya dengan menampilkannya sebagai pernak-pernik pemanis ruang yang ditonjolkan dengan warna dan corak mencolok dari backround dan perabot-perabot di dalam ruangan.

Sumber : Nurahmartiyanti, Sufty dan Rozalena, Agustin. Pernak-Pernik Pemanis Rumah (Jakarta : Penebar Swadaya, 2010)

Dalam menyusun kalimat

  • Gunakanlah kalimat-kalimat pendek
  • Gunakan bahasa biasa yang mudah dipahami orang
  • Gunakan bahasa sederhana dan jernih pengutaraannya
  • Gunakan bahasa tanpa kalimat majemuk
  • Gunakan bahasa dengan kalimat aktif, bukan kalimat pasif
  • Gunakan bahasa padat dan kuat
  • Gunakan bahasa positif, bukan bahasa negative
Sumber : H. Rosiha Anwar , Bahasa Jurnalistik dan komposisi, cetakan ke-3, 1984

Pengguna Bahasa Tulis

  1. Dalam menggunkan kata dan frase
  • Hendaknya dihindari pemakaian kata atau frase tutur dan kata atau frase setempat, kecuali bila sudah menjadi perkataan umum.
  • Hendaknya dihindarkan pemakaian kata atau frase yang telah usang atau mati.
  • Hendaknya kata atau frase yang bernilai rasa digunakan secara cermat, sesuai dengan suasana dan tempatnya.
  • Hendaknya kata-kata sinonim dipakai secara cermat pula karena kata-kata sinonim tidak selamanya sama benar arti pemakaiannya.
  • Hendaknya istilah-istilah yang sangat asing bagi umum tidak dipakai dalam karangan umum.
  • Hendaknya dihindari pemakaian kata asing tau kata daerah bila dalam bahasa Indonesia sudah ada katanya, jangan menggunakan kata asing hanya karena terdorong untuk bermegah dan berbahasa tinggi.
  • Untuk memperkecil banyaknya kata kembar dan kata bersaingan, dan untuk menghindari beban atau pemberat yang tidak perlu dalam pemakaian bahasa, sebaiknya dipedomani kelaziman dan ketentuan ejaan.
Sumber : W. J. S Poerwadarminta, Bahasa Indonesia untuk Karang Mengarang, cetakan ke-2, 1979

Disertasi

Disertasi adalah karya tulis akademik hasil studi atau penelitian mendalam yang dilakukan secara mandiri dan berisi sumbangan baru bagi perkembangan ilmu dan pengetahuan atau menemukan jawaban baru bagi masalah yang sementara telah diketahui jawabannya atau mengajukkan pertanyaan baru terhadap hal yang dipandang telah mapan di bidang ilmu, pengetahuan, teknologi dan seni yang dilakukan oleh calon Doktor (D3) di bawah pengawasan para pembimbingnya. Dengan demikian, disertasi akan memberikan suatu keaslian atau originalitas kepada ilmu dan pengetahuan melalui metode analisis yang baru, menghasilkan kesimpulan baru dan bahkan bila mungkinmenghasilkan temuan baru berupa teori, konsep, maupun model.

Sumber : Wahyu, T. BAHASA INDONESIA (Jakarta : Universitas Gunadarma, 2006)

TESIS

Tesis adalah karya tulis akademik hasil studi dan atau yang dilakukan secara mandiri yang ditulis dan disusun secara sitematis berdasarkan metode ilmiah baik melalui penelitian indukrif maupun penelitian deduktif yang dilakukan oleh mahasiswa dibawah pengawasan pembimbing (para pembimbing)nya. Tesis merupakan salah satu syarat akademik yang harus dipenuhi untuk mendapatkan gelar magister atau strata-2 (S2) yang menempuh jalur tesis. Tesis ini dibuat berdasarkan hasil penelitian yang cakupan penelitiannya lebih luas (bila dibandingkan dengan skripsi) dan menggunakan teori maupun konsep yang lebih komprehensif guna mendapatkan kesimpulan yang lebih umum (berlaku umum), tidak hanya berlaku pada tempat dan atau saat tertentu saja.
Pada umumnya penyusunan tesis bagi mahasiswa bertujuan agar :
  • Tersedianya ukuran untuk menilai kemampuan mahasiswa menerapkan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh selama berada di strata-2, sesuai dengan tujuan bidang studinya,
  • Terbantunya mahasiswa menggunakan ilmu dan pengetahuan menjadi suatu system yang terpadu.
Petunjuk dan bimbingan ini digunakan oleh mahasiswa untuk menyusun suatu karya ilmiah bebrbentuk tesis maupun pembuatan makalah (paper).

Dengan demikian, tesis yang dimaksud dalam buku ini adalah tulisan akademik komprehensif berupa hasil penelitian secara mandiri yang ditulis dan disusun secara sistematis berdasarkan metode ilmiah yang ditujukan kepada golongan pembaca akademik tertentu dan dalam cakupan yang sangat terbatas sebagai pebimbing, tim penguji atau tenaga pengajar (dosen). Pada umumnya karya ilmiah ini dimaksudkan untuk melengkapi salah satu syarat yang telah ditentukan.

Tesis berupaya mengungkapkan secara jelas dan tepat mengenai masalah yang dikaji, kerangka pemikiran untuk mendekati pemecahan masalah, mengapa dan bagaimana studi dilaksanakan untuk memecahkan masalah, serta pembahasan hasil maupun implikasinya. Karena itu tesis harus disusun secara logik dan terinci baik berupa uraian teoritis maupun uraian empirik. 

Sumber : Wahyu, T. BAHASA INDONESIA (Jakarta : Universitas Gunadarma, 2006)